Al-Imam Ibnu Jarir rahimauhullah meriwayatkan bahwasanya ‘Ali
Al-Asadi telah membuat kerusakan, membuat para penempuh jalan ketakutan
dan telah menumpahkan darah dan merampok. Maka iapun menjadi buronan
para penguasa dan juga rakyat, akan tetapi ia tidak mau menyerahkan
diri, dan mereka tidak mampu pula untuk menangkapnya. Hingga akhirnya
iapun datang dalam keadaan bertaubat. Hal ini disebabkan ia mendengar
seseorang membaca firman Allah :
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah
yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Az-Zumar : 53)
Lalu ‘Ali Al-Asadipun berhenti di hadapan lelaki tersebut dan
berkata, “Ulangi kembali bacaan ayat ini !”. Lalu lelaki tersebut
mengulangi kembali bacaannya, maka Ali pun menyarungkan pedangnya lalu
datang dalam kondisi bertaubat.
Iapun masuk ke kota Madinah di waktu sahur (sebelum subuh), lalu
mandi, kemudian mendatangi mesjid Nabawi lalu sholat subuh. Setelah itu
iapun duduk di dekat Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu, ia duduk di
kerumunan para sahabat Abu Huroiroh. Tatkala matahari menguning maka
orang-orangpun mengenalnya lalu merekapun berdiri menuju ke arahnya. Ali
pun segera berkata, “Kalian tidak bisa menangkapku karena aku telah
datang dalam keadaan bertaubat sebelum kalian berhasil menangkapku”. Abu
Huroiroh berkata, “Ia telah benar”. Abu Huroiroh lalu menggandeng
tangan Ali Al-Asadi hingga membawanya ke Marwan bin Al-Hakam –yang
merupakan gubernur kota Madinah di zaman kekhalifahan Mu’aawiyah bin Abi
Sufyan-. Lalu Abu Huroiroh berkata kepada Marwan, “Ini si Ali telah
datang dalam keadaan bertaubat, dan tidak ada jalan bagi kalian untuk
menghukumnya atau membunuhnya”. Akhirnya Ali pun dibiarkan dan tidak
dihukum sama sekali.
Lalu Ali pun keluar dalam keadaan bertaubat dan berjihad di jalan
Allah dalam peperangan di lautan. Pasukan kaum muslimin bertemu dengan
pasukan Romawi, lalu kaum muslimin mendekatkan kapal Ali ke salah satu
kapal pasukan Romawi, lalu beliaupun melompat ke kapal mereka dan
merusak salah satu sisi kapal mereka hingga kapal mereka miring dan
akhirnya merekapun seluruhnya tenggelam bersama beliau rahimahullah”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar